Minggu, 22 November 2009

RPP GAMBAR SKETSA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMK Negeri 2 Wonogiri
Mata Pelajaran : Gambar Sketsa
Kelas/Semester : I / 2
Pertemuan ke : 1 - 4
Alokasi Waktu : 20 Jam Pelajaran
Standar Kompetensi : Menginterprestasikan Sketsa
Kompetensi Dasar : Menyiapkan sket tangan
Indikator :

1. Sket digambar dengan benar dan sesuai.
2. Sket menggambarkan benda kerja atau bagian dari benda kerja
3. Dimensi dibuat dengan benar
4. Dimensi ditunjukkan dengan jelas
5. Instruksi ditunjukkan dengan jelas
6. Garis patokan atau titik acuan ditunjukkan dengan jelas


I. Tujuan Pembelajaran
1. Memahami penyederhanaan gambar
2. Memahami penafsiran dari gambar-gambar produksi yang memiliki bagian- bagian yang dipotong ke dalam proyeksi isometri
3. Menggunakan macam-macam alat ukur dan teknik-teknik pengukuran
4. Memahami cara memindahkan ukuran
5. Memahami standard International Toleransi dan Suaian
6. Memahami macam-macam penerapan toleransi dan perhitungan suaian gambar
7. Memahami penulisan simbol-simbol dan kekasaran permukaan


II. Materi Ajar
Sket dapat diaplikasikan pada setiap disiplin ilmu keteknikan. Sket terdiri dari gambar tunggal dengan dimensi-dimensi dan spesifikasi tambahan yang dibuat dengan peralatan pengukuran tangan

III. Metode Pembelajaran
1 Ceramah
2 Demonstrasi
3 Tugas

IV. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1
1. Kegiatan Awal (30 menit)
• Apersepsi tentang toleransi dan suaian

2. Kegiatan Inti (4 x 45 menit )
• Memahami macam-macam penerapan toleransi dan suaian pada gambar-gambar produksi.
• Memahami pengertian, simbol-simbol dan nilai-nilai kekasaran permukaan dan aplikasinya pada gambar teknik.

3. Kegiatan Akhir (15 menit)
1. Menyimak rangkuman tentang toleransi-suaian, simbol-simbol dan nilai kekasaran permukaan


Pertemuan 2
1. Kegiatan Awal (30 menit)
• Apersepsi tentang pengukuran pada teknik pemesinan

2. Kegiatan Inti (4 x 45 menit)
.
• Memahami macam-macam alat ukur dan teknik-teknik pengukuran.
• Menerapkan teknik-teknik pengukuran yang benar pada berbagai macam part produksi.
• Menerapkan cara pemeliharaan alat ukur
• Menerapkan teknik-teknik pengukuran yang tepat pada berbagai macam part produksi

3. Kegiatan Akhir (15 menit)
2. Menyimak rangkuman tentang teknik pengukuran
3. Menerima tugas latihan untuk pengayaan tentang teknik pengukuran


Pertemuan 3 - 4

1. Kegiatan Awal (30 menit)
• Apersepsi tentang standarisasi gambar terhadap gambar skesa
• Mengetahui tujuan pembelajaran dan proses penilaian membaca gambar sketsa

2. Kegiatan Inti (4 x 45 menit)
4. Menafsirkan dari gambar-gambar produksi yang memiliki bagian-bagian yang dipotong ke dalam proyeksi isometri
5. Membuat gambar-gambar yang disederhanakan.
6. Memberi ukuran pada gambar-gambar pandangan yang sudah disediakan sebagai gambar-gambar latihan.
7. Memindahkan ukuran pada benda kerja dalam bentuk gambar proyeksi isometri menjadi pemberian ukuran pada gambar-gambar pandangan.
8. Menerapkan nilai-nilai toleransi dan suaian pada gambar.
9. Menerapkan simbol kekasaran permukaan pada gambar-gambar produksi.
10. Mengamati secara visual kondisi kekasaran permukaan dari part/ benda kerja dalam mengidentifikasi nilai kekasarannya dengan surface gauge pembanding
11. Menerapkan gambar sketsa dalam tugas-tugas yang telah disiapkan


3. Kegiatan Akhir (15 menit)
• Menyimak rangkuman aplikasi bermacam-macam proyeksi gambar dan potongan beserta toleransi-suaian dan kekasaran permukaan pada gambar sketsa














V. Alat - Bahan dan sumber belajar

1. Alat
1.1. Pensil gambar

2. Bahan
2.1. Kertas gambar
2.2. Penghapus

3. Sumber Belajar
3.1. Modul gambar Sketsa


VI. Penilaian
1. Test Praktek
2. Test tertulis




















































































































VI. Lampiran

Soal Tertulis
1. Gambar yang mempunyai sudut proyeksi  70 dan .400 adalah ….
a. Proyeksi dimetri
b. Proyeksi Isometri
c. Proyeksi miring
d. Proyeksi Ortogonal

2. Gambar proyeksi terdiri atas ….
a. 2 macam
b. 3 macam
c. 4 macam
d. 5 macam

3. Bila suatu benda di letakkan diatas bidang horizontal, di depan bidang D (depan , dan di sebelah kanan V ( vertikal ), maka benda tersebut berada di kuadran satu.
a. proyeksi Eropa
b. proyeksi Amerika
c. Proyeksi miring
d. Proyeksi Ortogonal

4. Tanda pemotongan


a. garis tipis
b. garis bergelombang
c. garis sumbu
d. garis berzigzag

5. Ukuran yang dapat di terima adalah 40 + 0,5 = 40,5 mm ukuran yang di perbolehkan adalah 40-0,5 = 39,5 mm maka toleransinya adalah 1,0 mm
a. di tolak
b. diterima
c. diabaikan
d. di berikan

6. Ukuran terikat oleh toleransi umum/ 100 mm pada ukuran panjang poros. Bila poros di kerjakan dengan teliti maka toleransi umumnya adalah 100 ± 0,15 variasi penyimpangan umum dalam jenis perkerjaan sedang adalah.
a. ± 0,3 mm
b. ± 0,4 mm
c. ± 0,5 mm
d. ± 0,6 mm

7. Simbol dasar kekasaran permukaan, menyerupai akar
a. 300
b. 400
c. 500
d. 600

8. Yang bukan termasuk alat ukur linier langsung adalah……..
a. Mistar ukuran
b. Mistar ingsut
c. Mikrometer
d. Blok ukur
d. Kunci Jawaban Tes Formatif Tertulis

NO. PERTANYAAN NO. JAWABAN

1 a
2 d
3 a
4 c
5 b
6 a
7 d
8 d







Buatlah penampang A-A dan pandangan atasnya dari dudukan tegak di bawah ini !

Ketentuan :
- Proyeksi Amerika
- Skala 1 : 1
- Ukuran Kertas A3 tegak






A. Kriteria dan Instrumen Penilaian
1. Kriteria Penilaian Pengetahuan (Tes formatif):
a) Siswa dapat skor 7 (tujuh) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 70 % s/d 80 %.
b) Siswa dapat skor 8 (delapan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 81 % s/d 90 %.
c) Siswa dapat skor 9 (sembilan) bila tingkat kebenaran jawaban tiap item soal antara 91 % s/d 100 %.
d) Setiap item soal harus mendapat nilai minimal 7 (tujuh).
e) Bila belum mencapai nilai tujuh siswa wajib belajar kembali dan mengulang pada item tersebut.
2. Kriteria Penilaian Praktek
NO ASPEK YANG DINILAI INDIKATOR KEBERHASILAN PENILAIAN
YA TIDAK
7 8 9
1 2 3 4 5 6 7
1



2



3
Sket digambar dengan benar dan sesuai




Sket menggambarkan benda kerja atau bagian dari benda kerja

Dimensi dibuat dengan benar * 70 – 80 % Sesuai standar operasi kerja.

* 81-90 % sesuai standar operasi kerja.

* 91- 100 % sesuai standar operasi kerja.














F. CEK KEMAMPUAN

INDIKATOR KINERJA DAN KRITERIA KEBERHASILAN CEK KEMAMPUAN
YA TIDAK
MENYIAPKAN SKET TANGAN
1) Fungsi gambar teknik sebagai bahasa teknik dipahami
2) Aplikasi dari sistim proyeksi dipahami
3) Proyeksi kuadran pertama (proyeksi Eropa) dan proyeksi kuadaran ketiga (proyeksi amerika ) dipahami
4) Tanda gambar potongan di pahami
5) Standard International toleransi dan suaian dipahami
6) Macam-macam penerapan toleransi dan perhitungan suaian gambar dipahami
7) Penulisan simbol-simbol dan kekasaran permukaan dipahami
8) Macam-macam alat ukur dan teknik-teknik pengukuran digunakan

































RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMK Negeri 2 Wonogiri
Mata Pelajaran : Gambar Sketsa
Kelas/Semester : I / 2
Pertemuan ke : 5 - 16
Alokasi Waktu : 60 Jam Pelajaran
Standar Kompetensi : Menginterprestasikan Sketsa
Kompetensi Dasar : Mengartikan detail sket tangan
Indikator :
1. Komponen-komponen, barang rakitan atau benda-benda kerja diketahui sesuai kebutuhan
2. Dimensi diidentifikasi sesuai dengan bidang pekerjaan
3. Instruksi diidentifikasi dan diikuti sesuai dengan kebutuhan
4. Kebutuhan material diiden-tifikasi seperti yang diperlukan
5. Simbol-simbol yang digunakan dapat dikenali didalam sket ISO


I. Tujuan Pembelajaran
• Memahami macam-macam material
• Memahami teknik perlakuan panas pada logam
• Memahami dasar-dasar pengoperasian pada mesin perkakas
• Memahami fungsi dan cara kerja part/benda kerja yang sedang disket dengan melihat part tersebut dalam bentuk assembly
• Memahami pengertian dimensi fungsional, non fungsional dan tambahan pada gambar.
• Menginterpretasikan kembali gambar sket-pandangan yang sudah selesai ke dalam bentuk proyeksi isometri


II. Materi Ajar
Aplikasi tingkat pengetahuan simbol diaplikasikan pada unit ini akan disesuaikan pada bidang dan tingkatan pekerjaan dari personal yang menerjemahkan sket. Jika setiap sket gambar, chart, diagram hanya digunakan sebagai teknik komunikasi maka unit ini tidak akan diterapkan/ digunakan

III. Metode Pembelajaran
1 Ceramah
2 Demonstrasi
3 Tugas

IV. Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 5 - 6
1. Kegiatan Awal (30 menit)
• Apersepsi tentang material yang digunakan di pemesinan

2. Kegiatan Inti (4 x 45 menit )
• Memahami macam-macam material
• Memahami teknik perlakuan panas pada logam.
• Mengoleksi macam-macam standar material logam, sifat-sifatnya, aplikasinya serta kodefikasinya.

3. Kegiatan Akhir (15 menit)
• Menyimak rangkuman tentang material dan standarisasinya



Pertemuan 7 - 8
1. Kegiatan Awal (30 menit)
• Apersepsi tentang macam-macam mesin perkakas
2. Kegiatan Inti (4 x 45 menit)
• Memahami dasar-dasar pengoperasian macam-macam mesin perkakas.
• Melaksanakan praktik dasar berbagai mesin perkakas.
3. Kegiatan Akhir (15 menit)
• Menyimak rangkuman tentang mesin perkakas

Pertemuan 9 - 16
1. Kegiatan Awal (30 menit)
• Apersepsi tentang standarisasi gambar terhadap gambar skesa
• Mengetahui tujuan pembelajaran dan proses penilaian membaca gambar sketsa
2. Kegiatan Inti (4 x 45 menit)
• Memahami fungsi dan cara kerja part/benda kerja yang sedang disket dengan melihat part tersebut dalam bentuk assembly
• Menginterpretasikan kembali gambar sket-pandangan yang sudah selesai ke dalam bentuk proyeksi isometri
• Memahami pengertian dimensi fungsional, non fungsional dan tambahan pada gambar.
 Mengidentifikasi dimensi-dimensi tersebut dari berbagai gambar-gambar produksi
 Mengaplikasikan dimensi-dimensi tersebut pada gambar sket.
 Melakukan pemeriksaan ulang terhadap objek/ benda kerja.
 Menerapkan gambar sketsa dalam tugas-tugas yang telah disiapkan

3. Kegiatan Akhir (15 menit)
• Menyimak rangkuman tentang interprestasi sketsa

V. Alat - Bahan dan sumber belajar
1. Alat
1.1. Pensil gambar
2. Bahan
2.1. Kertas gambar
2.2. Penghapus
3. Sumber Belajar
3.1. Modul gambar Sketsa

VI. Penilaian
1. Test Praktek
2. Test tertulis














e. TEST FORMATIF

1. Untuk pembuatan benda kerja poros bertingkat pahat yang di gunakan adalah
a. Pahat radius
b. Pahat ulir
c. Pahat bubut rata
d. Pahat potong

2. Untuk pembuatan benda kerja tersebut, pengaturan kecepatan mesin dengan rumus
a.
b.
c.
d.

3. Pengukuran dengan dimensi fungsional pencantuman ukurannya sebagai fungsi yang…………
a. Berpasangan
b. Berlawanan
c. Berlainan
d. Berpotongan

4. Prinsip kerja mesin sekrap adalah memotong permukaan benda kerja dengan penyayatan pahat sekrap yang bergerak
a. Miring
b. Lurus mendatar
c. Otomatis
d. Berputar

5. Menentukan langkah maju mundur menyekrap permenit adalah…….
a.
b.
c.
d.

6. Letak sabuk yang berputar pada mesin bor yaitu pada

a. Poros
b. Pully motor
c. Batang
d. Tutup mesin bor

7. Total yang keluar pada saat mengebor terdapat pada

a. Lubang pengeboran
b. Alur bor
c. Benda kerja
d. Mata potong bor

8. Untuk menggerakkan pahat sejajar dengan sumbu benda kerja digunakan…

a. Eretan kerja memanjang
b. Eretan melintang
c. Eretan atas
d. Batang poros

9. Untuk memotong benda kerja bentuk bulat di gunakan

a. Pahat rata
b. Pahat alur
c. Pahat radius
d. Pahat pemotongan

10. Memotong benda kerja yang di cekam pada meja mesin yang berputar dan bergerak mendatar, vertikal atau menyudut digunakan….

a. Mesin frais
b. Mesin bubut
c. Mesin sekrap
d. Mesin bor

11. Mengatur kecepatan potong pada mesin frais dengan (m/menit) digunakan rumus

a.
b.
c.
d.

12. Alat yang digunakan untuk menajamkan / mengasah permukaan pahat bubut, mata bor yaitu….

a. Mesin bor
b. Mesin bubut
c. Mesin frais
d. Mesin gerinda

13. Menggerinda alat potong seperti pahat bubut, mata bor dan lai-lain perlu adanya pendinginan yaitu….

a. Minyak oli
b. Air pendingin
c. Pendingin udara
d. Didiamkan

14. Untuk memotong benda kerja dalam jumlah banyak yang berukuran besar digunakan

a. Mesin bubut
b. Mesin frais
c. Mesin gergaji
d. Mesin las

15. Pemasangan daun gergaji mesin pada saat memotong giginya menghadap

a. Ke depan
b. Ke belakang
c. Zig-zag
d. Lurus

16. Material yang digunkan di dalam pengerjaan logam yang biasa yaitu :

a. Besi
b. Almunium
c. Timah
d. Seng

17. Proses perlakuan panas pada baja yaitu terdiri :

a. 6 macam
b. 3 macam
c. 5 macam
d. 4 macam

2 . TES UNJUK KERJA

NO TUGAS-TUGAS YANG DITAMPILKAN KOMPONEN BELUM TANGGAL
1 Apakah proses pengerjaan untuk pembuatan part/benda kerja sudah dipahami
2 Apakah pengukuran dengan dimensi fungsional, non fungsional dan ukuran tambahan sudah jelas ?
3 Apakah dasar-dasar pengoperasian macam-macam mesin perkakas sudah jelas ?
4 Apakah material bahan logam yang digunakan sudah dipahami ?
5 Apakah teknik perlakuan panas pada logam sudah dipahami?


f. KUNCI JAWABAN FORMATIF

NO. PERTANYAAN NO. JAWABAN
1 C

2 B

3 A

4 B

5 A

6 B

7 B

8 A

9 D

10 A

11 A

12 D

13 B

14 C

15 B

16 A

17 A
















g. LEMBAR KERJA

Pada gambar sambungan las di bawah ini (las siku) Buatlah 2 buah proyeksi yaitu

a. Proyeksi Amerika
b. Proyeksi Eropa

Dan dilengkapi dengan simbol lasnya













Gambar Sambungan Las Siku
































BAB III EVALUASI


A. INSTRUMEN PENILAIAN
( TEST TERTULIS/LISAN )

1. Fungsi gambar teknik mesin adalah

a. Untuk mengetahui gambar perkerjaan
b. Sebagai perencanaan kalau kita mengerjakan perkerjaan
c. Untuk mengetahui perkerjan yang kita buat
d. Sebagai alat untuk menentukan suatu produk/mesin yang kita buat

2. Pada proyeksi isometri sudut proyeksinya adalah

a. ά = 300 dan β = 300
b. ά = 450 dan β = 450
c. ά = 70 dan β = 400
d. ά = 300 dan β = 450

3. Gambar berikut adalah menunjukkan proyeksi

a. Proyeksi Eropa
b. Proyeksi Amerika
c. Proyeksi prepektif
d. Proyeksi ISO


4. Gambar berikut adlah menunjukkan proyeksi di kuadrn III bidang H,V dan D adalah menunjukkan

a. Proyeksi prospektif
b. Proyeksi ortogonal
c. Proyeksi Eropa
d. Proyeksi Amerika

5. Gambar potongan / gambar / irisan fungsinya untuk menjelaskan bagian-bagian gambar benda yang

a. Kelihatan
b. tidak kelihatan
c. di asir
d. ditandai




6. Perbedaan dan batasan ukuran yang di perbolehkan/ diizinkan disebut
a. Kelonggaran
b. Toleransi
c. ISO
d. Suaian

7. Ukuran maksimum yang diizinkan 40,5 mm, ukuran minimum yang di izinkan 39,5 mm. Maka toleransinya
a. 1,5 mm
b. 1,0 mm
c. 1,25 mm
d. 1,8 mm

8. Toleransi yang harus di berikan / di cantumkan pada gambar kerja ada dua macam
a. Toleransi poros dan batang
b. Toleransi poros dan lubang
c. Toleransi poros dan ulir
d. Toleransi poros dan gambar

9. Variasi penyimpangan ukuran nominal 3 sampai dengan 6 mm jenis perkerjaan teliti ± 0,05, sedang ± 0,1 maka jenis perkerjaan kasar adalah:
a. ± 0,2
b. ± 0,3
c. ± 0,4
d. ± 0,5

10. Jika ukuran poros lebih kecil dari ukuran lubang, maka suaiannya di sebut…….
a. Suaian sesak
b. Suaian longgar
c. Suaian rapat
d. Suaian paksa

11. Jika ukuran poros dibuat besr dari ukran lubang maka suaiannya disebut……
a. Suaian longgar
b. Suaian sesak (paksa)
c. Suaian rapat
d. Suaian pas


12. Ukuran φ 65H7/h7 ; φ20 K6/h6 adalah
a. Suaian pas
b. Suaian longgar
c. Suaian paksa
d. Suaian sesak

13. Kelonggaran ialah selisih ukuran lubang dengan
a. Batangnya
b. Porosnya
c. Diameternya
d. Toleransinya

14. Rumus kelonggaran dari suatu lubang adalah
a. C = D – d (mm)
b. C = d - D (mm)
c. C = 2D - d (mm )
d. C = D (mm)
d
15. Pada simbol ini menunjukkan perkerjaan
a. Kekasaran
b. Kehalusan
c. Kerataan
d. Halus dan rata

16. Pada benda ini menunjukan simbol
a. Kerataan / kedataran
b. Tegak lurus
c. Kemiringan
d. Kesejajaran

17. Toleransi bentuk permukaan yaitu permulaan yang diharapkan boleh menyimpang antara dua permukaan yang sejajar dengan jarak
a. φ t (t = toleransi 0,04 mm)
b. t = toleransi
c. 0,5 mm
d. φt = 0,2 mm

18. Kedudukan sumbu sisi atau bidang yang berpasangan satu sama lain terhadap bidang patokan disebut
a. Toleransi posisi
b. Toleransi kemiringan
c. Toleransi kelurusan
d. Toleransi kerataan

19. Di bawah ini yang bukan merupakan alat ukur linear langsung adalah
a. Mistar ukur
b. Mistar lingkar
c. Mikro meter
d. Blok ukur

20. Pada mistar ingsut rahang ukur tetap dan rahang ukur gerak berfungsi sebagai
a. Penempatan benda
b. Untuk menjepit benda ukur
c. Pengukuran
d. Pembacaan pengukuran

21. Gambar di bawah ini menunjukkan ukuran







a. 13 mm
b. 13,5 mm
c. 13,6 mm
d. 13,7 mm

22. Mikro meter merupakan alat ukur yang lebih teliti dari mistar geser yaitu ketelitian sampai
a. 0,01 mm
b. 0,02 mm
c. 0,03 mm
d. 0,05 mm


23. Pada ukuran berapakah bila tabung berada pada kedudukan seperti gambar samping?





a. 18,22 mm
b. 18,33 mm
c. 18,23 mm
d. 18,44 mm

24. Pada alat ukur linear tak langsung yang bukan merupakan alat ukur standar adalah
a. Blok ukur
b. Batang ukur
c. Kaliber induk tinggi
d. Mistar ingsut

25. Pengukuran sudut dengan rol dan bola, Pengukuran sudut pelat dalam rumusnya adalah.
a.
b.
c.
d.

26. Untuk pengukuran kasar pada ulir yang pertama di ukur
a. Diameter dalam
b. Diameter luar
c. Kedalaman
d. Diameter

27. Pengukuran ulir dengan menggunakan mikrometer dengan memasukkan ulir ke dalam
a. Poros
b. Landasan tetap / gerak
c. Lubang
d. Penjepit

28. Poros bertingkat pengerjaannya dengan menggunakan
a. Mesin bor
b. Mesin frais
c. Mesin bubut
d. Mesin skrap

29. Untuk penjepit benda kerja tersebut supaya jangan oleng / geser perlu di bantu dengan menggunakan
a. Cekam
b. Senter kepala lepas
c. Support
d. Eretan atas

30 Untuk menjepit alat pahat, baik pahat luar maupun pahat dalam di gunakan
a. Chuk mesin bubut
b. Center kepala lepas
c. Center kepala lepas
d. Mur baut

31. Untuk membuat lubang sebagai kedudukan ujung senter putar adalah
a. Center sank
b. Mata bor
c. Reamer
d. Mandrel

32. Pengukuran dengan dimensi fungsional Pencantuman ukurannya sebagai fungsi yang……..
a. Berpasangan
b. Berlawanan
c. Berlainan
d. Berpasangan

33. Naik turunnya langkah meja sekrap dapat di atur dengan
a. Eretan meja arah tegak
b. Poros engkol
c. Supprot
d. Tuas

34. Gerak lintang meja dalam arah datar dapat diatur secara
a. Di putar
b. Engkol di putar dengan tangan / otomatis
c. Menekan tombol
d. Menekan handel

35. Untuk menjepit pahat skrap di gunakan
a. Chuk penjepit
b. Rumah pahat
c. Pemegang Pahat
d. Baut mur

36. Pemegang pahat di pasang pada
a. Support
b. Eretan
c. Penjepit
d. Lubang Penjepit

37. Untuk penekanan pada saat mengebor, maka digunakan
a. Poros
b. Puly Motor
c. Tuas Pemutaran
d. Batang poros

38. Pada serong dalam perkerjaan membubut akan menghasilkan perkerjaan yang pada samping kirinya
a. Rata
b. Bulat
c. Tirus / miring
d. Tajam

39. Mengatur kecepatan putaran mesin bubut yaitu dengan menggunakan rumus :
a.
b.
c.
d.

40. Rumus untuk kecepatan memotong adalah
a.
b. (m/menit)
c.
d.

41. Untuk membuat roda gigi maka digunakan
a. Pahat bubut
b. Pahat bergigi
c. Pisau frais
d. Pahat segi tiga

42. Letak pisau frais yaitu terdapat pada
a. Arbor mesin
b. Cincin pengikat
c. Rumah frais
d. Cincin pengikat

43. Untuk mengatur langkah naik turunnya meja mesin frais maka digunakan
a. Tabung pendukung dengan batang ulir
b. Tuas pengatur
c. Engkol pemutar
d. Handel pengatur

44. Menggerinda benda kerja misalnya mengasah pahat bubut, mengasah mata bor bila perkerjaan panas perlu adanya pendinginan yaitu dengan
a. Pelumas
b. Oli
c. Air pendingin
d. Minyak

45. Pada saat menggergaji dengan mesin langkah gerakan maju dan undurnya sengkang gergaji di atur oleh
a. Batang penggerak
b. Daun gergaji
c. Sengkang gergaji
d. Poros

46. Untuk perkerjaan membubut material yang digunakan didalam pengerjaan logam adalah:
a. Seng
b. Timah
c. Al munium
d. Besi

47. Proses perlakuan panas pada baja yaitu terdiri
a. 3 macam
b. 4 macam
c. 5 macam
d. 6 macam

48. Pemudaan (Tempering) suhu pemanasan
a. 1000C 6000C
b. 1500C 4000C
c. 2200C 4600C
d. 3000C 5500C
49. Proses pengkarbonan adalah proses pemanasan baja 9000C sampai 10000C dengan waktu
a. 2 jam
b. 1,5 jam
c. 1 jam
d. 0,5 jam

50. Penitridan (nitriding) suhunya
a. 9000C
b. 10000C
c. 9500C
d. 11200C

B. KUNCI JAWABAN


NO. PERTANYAAN NO. JAWABAN
1 D
2 A
3 A
4 D
5 B
6 A
7 B
8 B
9 A
10 B
11 B
12 A
13 B
14 A
15 A
16 A
17 A
18 A
19 D
20 B
21 C
22 A
23 A
25 A


NO. PERTANYAAN NO. JAWABAN
26 B
27 B
28 C
29 B
30 C
31 A
32 A
33 A
34 B
35 C
36 A
37 C
38 C
39 C
40 A
41 C
42 A
43 A
44 C
45 A
46 D
47 D
48 A
49 A
50 A











































F. CEK KEMAMPUAN

INDIKATOR KINERJA DAN KRITERIA KEBERHASILAN CEK KEMAMPUAN
YA TIDAK
MENYIAPKAN SKET TANGAN
9) Fungsi gambar teknik sebagai bahasa teknik dipahami
10) Aplikasi dari sistim proyeksi dipahami
11) Proyeksi kuadran pertama (proyeksi Eropa) dan proyeksi kuadaran ketiga (proyeksi amerika ) dipahami
12) Tanda gambar potongan di pahami
13) Standard International toleransi dan suaian dipahami
14) Macam-macam penerapan toleransi dan perhitungan suaian gambar dipahami
15) Penulisan simbol-simbol dan kekasaran permukaan dipahami
16) Macam-macam alat ukur dan teknik-teknik pengukuran digunakan

MENGARTIKAN DETAIL SKET TANGAN
1) Proses pengerjaan untuk pembuatan part / benda kerja dipahami
2) Pengukuran dimensi fungsional, non fungsional dan ukuran tambah jelas
3) Dasar-dasar pengoperasian macam-macam mesin perkakas jelas
4) Material yang akan digunakan dipahami
5) Teknik perlakuan panas pada logam dipahami

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar